Maarrraaaahhhhh???!!!!@@@###
March 13, 2008
romanisty
| Amarah, Penyebab dan Cara Mengatasinya | |
| Setiap orang pasti pernah marah, sebab marah merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan masalah. Menurut jurnal A Guide to Psychology and The Practice (2001), marah adalah wujud untuk membalas perlakuan pihak yang telah menyakiti.
Kemarahan bisa menumbuhkan dendam, bahkan balas dendam yang memungkinkan seseorang melakukan perbuatan tak terkendali, membunuh misalnya. Sehingga, kemarahan tak boleh dianggap masalah ringan.
Sigmund Freud pernah mengatakan, manusia memang diciptakan dengan karakter agresif. Dalam keadaan tertekan dan stres, agresifitas manusia muncul dalam bentuk kemarahan. Tekanan yang tak teratasi akan memicu ledakan emosi, baik tersalur dari ekspresi, bahasa tubuh maupun perilaku. Bagi orang dewasa, perilaku agresif dapat disebabkan bermacam hal, berikut salah satunya: 1. Tekanan hidup dan pekerjaan di kota besar, yang memiliki banyak faktor pemicu timbulnya perilaku agresif.2. Gaya hidup tak sehat, juga memancing perilaku agresif. Seperti kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol, penggunaan obat terlarang dan sejenisnya. 3. Lingkungan sosial juga bisa menimbulkan tekanan (stres), misalnya terkena PHK. 4. Kelelahan fisik dapat juga menyulut amarah, begitu juga saat tengah kelaparan, perubahan hormonal saat pre-menstruasi syndrome, pubertas, menopause dan pasca melahirkan. 5. Penyakit kronis pun mampu menyebabkan munculnya agresifitas. Faktor-faktor pemicu di atas, umumnya akan disalurkan dengan cara, yaitu: A. Ekspresif Agresif. B. Pasif Agresif. Waspada pula jika Anda termasuk orang yang suka mengharapkan seluruh pekerjaan selesai dengan sempurna, atau harus selalu bersih dan rapi. Sebab tindakan ini termasuk perilaku marah pasif, berdasarkan Pusat Pelayanan Konseling di University of Cambridge tentang “Angry Feelings“. Seorang psikolog dari Mount Sinai Medical Center New York, Karina Davidson Ph.D., dalam International Journal of Behavioral Medicine memaparkan, seseorang yang mengendalikan marah dengan cara positif, memiliki tekanan darah lebih rendah dibanding orang yang menghadapi marah dengan cara negatif. Menurutnya, seorang yang selalu marah atau sering marah, terbukti memiliki tekanan darah dan kolesterol yang tinggi. Begitu juga dengan produksi asam amino, sebagai penyebab pemicunya penyakit jantung. Karena itu, amarah harus dapat dikendalikan agar kesehatan tubuh dapat tetap terjaga. Amarah terbukti mengancam kesehatan karena meningkatkan timbulnya serangan hipertensi, kolesterol meningkat, pembuluh darah arteri tersumbat, penyakit jantung, serta menurunnya kekebalan tubuh yang berefek mudah terkena penyakit lain. Saat marah, jantung Anda akan bekerja lebih keras dan bernafas lebih cepat. Tak heran saat marah, Anda mengeluarkan kekuatan yang luar biasa besar. Buktinya? Suara Anda makin menggelegar, isinya berupa makian, teriakan dan gerakan tubuh yang kuat. Belum lagi ekspresi wajah yang menyeramkan, mata melotot, wajah merah padam atau berubah pucat pasi. Lalu bagaimana caranya agar amarah yang timbul tidak berubah menjadi penyakit dalam tubuh? 1. Katakan dengan jujur. 2. Fokus ke inti masalah. 3. Cobalah memaafkan. |
Entry Filed under: Uncategorized
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed